BANNER

Kamis, 29 November 2012

Memahami Bahasa Tubuh Burung


PERKUTUT-INDONESIA

Memahami bahasa tubuh burung

Ada sebuah artikel menarik di birdnways.com yang perlu saya sharing di sini. Judulnya sama seperti judul posting ini, yaitu memahami bahasa tubuh burung. Artikel ini memang ditujukan kepada penggemar burung paruh bengkok (parrot), seperti lovebird, kakatua, nuri, cockatiel, dan beo, tetapi sebagian bisa juga berlaku untuk beberapa spesies burung lainnya.
Salah satu aspek terpenting dalam menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan burung peliharaan adalah memahami vokalisasi atau kemampuan vokal burung, juga bahasa tubuh burung.
Burung belajar berkomunikasi dengan manusia melalui suara, perilaku, dan tindakan. Dengan menggunakan bahasa tubuhnya, burung memberitahu kita bahwa mereka bahagia, ketakutan, sakit, lapar, lelah, marah, atau ingin dimanja.
Kemampuan komunikasi merupakan unsur penting dalam setiap hubungan. Itu berarti pemilik burung pun harus belajar untuk menafsirkan makna dari suara dan perilaku mereka, agar kita mampu menjinakkan, melatih, dan memberikan perawatan terbaik.
Meski setiap burung berbeda karakter dan perilakunya, di sini penulis menemukan kesamaan umum dalam mengartikan tindakan dan perilaku burung secara mendasar. Ok, apabila burung menunjukan perilaku di bawah ini, pastikan bahwa ia sedang mencoba berkomunikasi dengan Anda atau merespon Anda selaku pemiliknya.

Mengedipkan atau melebarkan pupil mata

Burung yang terlihat mengedipkan matanya (pupil mata melebar) bisa menjadi tanda agresi, kegembiraan, atau sedang gelisah (stress). Coba perhatikan perilaku lain yang menyertai kedipan mata tersebut.
Dalam beberapa hal, burung menunjukan perilaku agresif tambahan seperti ekor yang berputar. Bisa jadi itu merupakan tingkah burung, yang kalau dalam bahasa manusia kira-kira “pergi kau!’ atau “mundur!”. Jika Anda tetap mendekatinya, mungkin yang terjadi adalah Anda akan digigit atau dipatuk olehnya. Sikap ini juga bisa ditunjukannya kepada sesama burung atau hewan lain yang ada di dekatnya.

Menyalak

Istilah menyalak di sini adalah kicauan yang sangat keras, melebihi kicauan sehari-hari. Burung biasanya akan menyalak untuk menunjukan kegembiraannya. Kalau burung menyalak di dekat teman-teman sesama burung, misalnya di kandang penangkaran, itu menunjukkan keceriannya mampu mendominasi penghuni lainnya di dalam kandang tersebut.
Cobalah Anda sering mengajak burung bermain-main. Biasanya ia akan mengeluarkan suara dengan intonasi lebih keras daripada biasanya. Itu pertanda burung senang, tetapi kalau tidak ada perubahan, berarti burung belum terlalu familiar dengan kita.

Menggeram

Tengara ini mirip dengan kedipan mata dan/atau melebarkan pupil matanya, yaitu menunjukkan sikap agresi. Jika Anda melihat burung bersuara seperti menggeram, terkadang disertai dengan melebarkan pupil mata dan menegakkan bulu di leher bagian atas (tengkuk), atau menegakkan jambulnya (ngejambul), biasanya burung sedang tidak ingin didekati. Dalam kasus ini, sebaiknya Anda segera mundur. Tunggu dulu sampai burung tenang, jangan melakukan kontak apapun.

Mendengkur

Suara burung mendengkur mirip dengan suara menggeram, tapi biasanya tidak disertai dengan melebarkan pupil mata. Burung biasanya dalam kondisi santai, pertanda ia sedang menunjukjan kepuasannya.

Suara “klik” pada lidahnya

Suara “klik” yang cepat dari lidah burung diyakini sebagai tengara bahwa burung ingin berkata: “aku aku tidak akan menyakiti Anda” atau “aku burung baik-baik”.  Intinya, ia ingin menegaskan dirinya dalam kondisi ramah. Perilaku ini sering terlihat pada kakatua dan cockatiel.

Suara “klik” dari paruhnya

Suara “klik” dari dalam paruhnya yang terdengar tajam merupakan pertanda burung merasa terancam, atau ingin melindungi benda tertentu, atau ingin menjaga wilayah tertentu. Sering juga disertai dengan gerakan meregangkan lehernya, atau terkadang mengencangkan kakinya. Di alam bebas, semua perilaku seperti itu merupakan sinyal burung sedang menjaga wilayah atau miliknya, atau sedang berusaha mengusir penyusup. Jika didekati, kemungkinan besar Anda akan diserang dengan gigitan yang sangat kencang.

Paruh yang beradu

Suara paruh yang beradu mirip dengan suara anak yang tidur dan giginya beradu. Hal ini terjadi karena burung menggesekan-gesekkan rahang bawah (mandibula) yang fleksibel ke rahang atas (maksila). Biasanya hal ini menandakan bahwa burung tersebut merasa aman dan sangat nyaman. Suara seperti ini kerap terdengar saat burung sedang terdiam di malam hari, atau mau bobo.

Menyeka paruh

Pernah melihat burung Anda menyeka paruhnya dengan cara menggesek-gesekkan paruh ke benda di sekitarnya, misalnya pada tenggeran, jeruji sangkar, dan cepuk pakan? Ada beberapa alasan mengapa burung melakukan hal itu, Jika aktivitas ini dilakukan di hadapan burung lain, biasanya itu untuk menunjukan bahwa burung lain tersebut mengganggu wilayah pribadinya.
Kalau dilakukan saat sendirian, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, burung sedang mencoba mengusir sesuatu yang menempel di paruhnya. Misalnya, ada sisa daging jangkrik yang menempel di atas paruhnya.
Kedua, agresi yang ditahan sehingga dilampiaskan dengan menyeka paruh pada benda atau objek lain. Hal ini didasari pada pengamatan burung amazon yang sudah mempunai hubungan batin dengan pemiliknya. Burung tersebut cemburu kepada istri pemiliknya, sehingga selalu menyerang / menggigit perempuan itu. Namun begitu dikurung dalam kandang, kemudian sang amazon melihat bosnya bermesraan dengan istrinya, maka kecemburuan itu dilampiaskannya dengan sering menyeka paruhnya untuk menunjukan perilaku agresif yang tertahan.

Menggigit

Tidak jauh berbeda dari manusia yang semasa bayi / balita sering diberi mainan yang bisa dikunyah-kunyah (misalnya kempong). Burung muda pun demikian, ia menyukai benda-benda yang kenyal seperti halnya mainan yang banyak dijual di toko satwa untuk digigitinya.
Hal ini karena paruh burung muda masih dipenuhi dengan saraf. Jika menggigit benda lunak / kenyal, mereka akan merasakan sensai dari tekstur, rasa, ketahanan benda, dan sebagainya. Dalam hal ini, burung muda melakukan hal tersebut sekadar untuk main-main, eksperimen, juga untuk melatih kekuatan paruhnya.
Sedangkan untuk burung dewasa /  tua, menggigit adalah salah satu upaya untuk menunjukan ketidaksenangannya. Ia menggigit karena beberapa alasan, misalnya merasa terancam, kaget, atau ketakutan. Bahkan burung juga bisa menggigit pasangannya jika merasa terancam atau diintimidasi.
Tetapi dalam kasus burung paruh bengkok, sebelum berpindah tangkringan ia sering menggigit tangkringannya untuk menguji seberapa tahan benda tersebut dinaiki. Hal itu juga berlaku pada jari-jari manusia yang akan meletakkan burung di atas tangannya. Sebelum mau bertengger di atas jari-jari atau punggung telapak tangan kita, terkadang burung senang menggigit jari tangan kita. Jadi, kita mesti bisa membedakan mana gigitan galak dan mana gigitan untuk bertengger.

Bersiul, menyanyi, atau berbicara

Kegiatan ini dilakukan ketika burung merasa aman dan nyaman dalam lingkungannya. Bahkan siulan dan nyanyian (burung kicauan dan parrot), atau ucapan (khusus parrot) bisa berkali-kali dimulai dari pagi hari hingga sore hari.

Bersin

Burung bersin untuk alasan yang sama dengan manusia saat bersin, yaitu terkena debu, iritasi
hidung, kemasukan serangga kecil, dan sebagainya. Tetapi jika bersin disertai keluarnya cairan dari lubang hidung (nostril), berarti sudah waktunya Anda membawa burung tersebut ke dokter hewan atau memberinya obat khusus.

Muntah

Jika dilakukan di hadapan atau di dekat manusia, biasanya burung telah memilih Anda sebagai pasangannya, atau setidaknya sahabat. Ia ingin memberi makan Anda. Tindakan ini juga kerap dilakukannya terhadapmainan favoritnya atau benda lain.
Burung yang sudah sejodoh pun akan menunjukan kasih sayang dengan cara memuntahkan makanannya (meloloh). Untuk burung kicauan, muntahan burung juga mengindikasikan bahwa burung dalam kondisi top form (siap dibawa lomba), tentu jika muntahanya kering dan berbentuk bulatan.

Menjulurkan leher

Burung yang terlihat menjulurkan lehernya menandakan ia sedang penasaran atau mencoba mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Biasanya disertai dengan pelebaran dari mata dan tubuh yang terdiam kaku.

Kepala meliuk-liuk

Kepala yang meliuk-liuk dari sisi kanan ke sisi kiri, atau sebaliknya, merupakan gerakan fluida. Gerakan ini muncul untuk menunjukkan kegembiraan, atau caper (cari perhatian). Mungkin anis merah yang teler juga dalam kondisi seperti ini.

Beradu paruh dengan burung lain

Beradu paruh dengan burung lain sering dikaitkan dengan seksualitas, terutama pada kakatua dan amazon. Pengertian beradu paruh ini tidak sama dengan cumbuan sepasang indukan pada burung berkicau, atau menjelang berjodoh, karena dilakukan dengan gerakan yang cenderung lambat.
Sebagian ahli perburungan menganggap beradu paruh yang dilakukan dua ekor burung tidak selalu berhubungan dengan seksualitas. Ada kalanya itu sekadar bermain-main, atau sendau-gurau saja. Jarang sekali adu paruh berakhir dengan cedera, karena setelahnya sering diikuti dengan saling bersolek.

Menurunkan kepala

Burung yang sedang bertengger sambil menarik sayapnya, lalu menurunkan kepala sambil mengangguk-angguk dengan sedikit membungkuk ke depan, menggetarkan sayapnya seperti siap terbang, adalah ciri umum dari burung yang sedang mencari perhatian. Seringkali pula dia langsung terbang ke arah pemiliknya, jika sang pemilik terlihat acuh beibeh tidak menanggapi.

Paruh terbuka dan terengah-engah

Burung akan terengah-engah dengan paruh terbuka apabila mengalami panas berlebihan
(over-heated) dan merasa merasa nyaman. Biasanya dialami oleh burung yang dijemur terlalu
lama atau terkena terik sinar matahari.

Bersolek

Bersolek adalah aktivitas burung untuk menjaga bulu-bulunya agar selalu dalam kondisi prima. Biasanya burung akan menarik bulu dari ujung ke ujung untuk meluruskannya. Beberapa burung memiliki kelenjar minyak pada pangkal ekornya. Minyak inilah yang digunakan untuk merapikan bulu-bulu, ya Anda menggunakan minyak rambut. Dengan demikian, bulu terlihat berkilau dan anti-air.

Sayap terkulai

Burung yang sehabis mandi akan menurunkan sayapnya untuk dikeringkan,. Tetapi jika sayap terkulai tanpa ada aktivitas apapun, berarti burung merasa kepanasan, sehinga dia mencoba mendinginkan suhu tubuhnya dengan cara menurunkan sayapnya. Tetapi apabila bulu-bulunya meregang, dengan sayap terkulai, awas… itu menandakan burung sedang sakit.

Memutar sayap

Ini adalah tanda burung mengalami gangguan dan tidak merasa senang. Penyebab lainnya, mungkin ada salah satu bulu yang terbalik, sehingga ia mencoba meluruskan kembali dengan memutar sayapnya.

Sayap dan tubuh bergetar

Sayap bergetar menunjukkan rasa takut, gelisah, stres, atau tidak percaya diri. Burung yang
menunjukan perilaku ini harus dirawat dengan lembut. Jika burung paruh bengkok, yang rata-rata memiliki intregitas tinggi, maka ajaklah bicara dengan lembut. Ini menjadi obat mujarab untuk menumbuhkan kepercayaan burung terhadap pemiliknya. Pada kasus lain, biasanya sayap dan tubuh bergetar merupakan upaya burung untuk beradaptasi dengan perubahan suhu.

Mengepakkan sayap

Burung yang mengepakkan sayap, terkadang disertai dengan mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi, merupakan salah satu exercise atau latihan olahraga untuk melatih otot sayapnya sebelum digunakan untuk terbang jauh.
Pada beberapa burung, ini bisa juga pertanda bahwa burung sedang memberi peringatan kepada warga burung lainnya, bahwa dialah penguasa yang sedang melindungi wilayahnya. Burung yang mengabaikan peringatan ini akan dikejar-kejar dengan paruh terbuka dan bakal digigit.

Tampilan perilaku

Beberapa burung sering terlihat mengacak-acak bulu di kepala, mengipasi ekor, merentangkan sayap, dan berjalan mondar-mandir. Hal ini sering dijumpai pada burung amazon, kakatua, serta burung paruh bengkok lainnya. Terkadang ada juga yang disertai dengan gerakan melebarkan pupil mata, anggukan kepala, dan teriakan keras sambil ngejambul (jika burung tersebut punya jambul).
Semua perilaku seperti di atas biasanya untuk menarik perhatian pasangannya, atau sebagai pertunjukan bahwa dialah penguasa wilayah teritorial. Kalau Anda melihat burung yang berlaku seperti ini, sebaiknya jangan mendekatinya dulu karena bisa menghasilkan gigitan yang sangat parah.

Cara berjalan

  • Jika burung berjalan menghampiri manusia atau burung lain sambil menundukkan kepala, ini menandakan perilaku agresif yang dirancang untuk menakuti burung lain untuk segera pergi.
  • Jika berjalan menghampiri manusia atau burung lain dengan kepala ke atas, ini menandakan ia senang dengan kehadiran mereka, dan bisa diartikan sebagai ajakan untuk bermain-main.

Ekor yang terombang-ambing

Ekor yang terlihat seperti terombang-ambing tidak selalu merupakan tanda terserang penyakit. Beberapa burung memiliki gerakan ekor seperti itu saat bicara atau bernyanyi. Tapi jika gerakan itu dilakukan saat bernafas, itu menjadi pertanda bahwa burung sedang sakit.

Mengibaskan ekor

Perilaku ini sering dimaknai sebagai indikator agresi, di mana burung sedang menunjukkan ketidaksenangannya. Seekor burung biasanya mengibaskan ekornya dengan cepat, karena sedang kesal dan marah.

Ekor bergoyang-goyang

Ini merupakan tanda kepuasan dan kebahagiaan seekor burung, terutama jika melihat pemilik yang disenanginya datang.

Meregangkan tubuhnya

Seperti manusia, burung pun butuh peregangan untuk meredakan ketegangan. Hal ini sangat penting, karena mereka menghabiskan begitu banyak waktu melalui kedua kakinya sebagai penyangga. Burung akan meregangkan satu kaki dan sayap yang berlawanan pada saat yang sama, untuk meningkatkan sirkulasi dan otot dan menyegarkan.
Begitulah ulasan yang panjang dan unik menganai bagaimana kita memahami bahasa tubuh burung. Siapa tahu ada di antara Anda yang ternyata burungnya menunjukkan perilaku demikian. Jadi, tinggal ambil kesimpulan saja apa yang terjadi atau diinginkan burung. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 24 November 2012

Perkutut Indonesia - Cutring Perkutut

PERKUTUT CUTRING


Dalam komunitas penggemar perkutut ada istilah Cut ring, artinya perkutut yang memang sengaja tidak dipasangi cincin atau dilepas cincinnya. Perkutut Cut ring tersebut bisa hasil silangan lokal maupun produk silangan import. mengapa harus di Cut Ring ? Ada beberapa alasan dari peternak terkenal mengapa harus menjual burungnya harus dengan melepas cincin. Hal itu untuk menjaga kredibilitas dari peternak. Perlu diketahui bahwa peternak besar tiap bulan bisa menetaskan ratusan piyik. Piyik-piyik tersebut tidak semuanya baik, pasti ada yang jelek ( tersortir ). Sebelum melepas piyik atau bakalan ke pembeli biasanya peternak melakukan sortir. Dari ratusan ekor biasanya hanya 10 % yang tergolong bakal istimewa. Sortiran itu harus dilempar ke pasaran. Di situlah campur aduk, ada bakaln yang termasuk kategori bagus, sedang, dan jeblok. agar tidak diketahui nama peternakannya, biasanya peternak yang sudah terkenal sebelum menjual burung sortiran terlebih dahulu melepas cincin dari kaki perkutut. Lagi pula peternak merasa sayang kalau sortirannya dibuang percuma. Lebih baik dijual di pasaran, namun jelas tidak mungkin melempar sortiran lengkap dengan cincin karena bisa menjadi bumerang bagi peternakan tersebut.
Praktek pelepasan perkutut sortiran dipasaran ini bukan cuma dilakukan oleh peternak lokal saja, melainkan juga peternak-peternak top di Bangkok. Kemana perkutut-perkutut sortiran dilempar ? ternyata peternakan terkenal di Bangkok banyak melempar sortirannya ke Indonesia. Hal itu dikarenakan pasar perkutut paling besar adalah Indonesia. Walaupun perkutut Cut Ring merupakan burung sortiran, bukan berarti bahwa semua burung yang di sortir jelek sebab kemungkinan untuk ” meledak ” di konkurs masih ada, apalagi kalau sortiran tersebut dari peternakan terkenal. Seperti diketahui, penyortiran perkutut tersebut dilakukan oleh peternak setelah burung tersebut melewati masa ngurak ( brodol dulu ) yang pertama atau usia burung antara 4 – 5 bulan. Mengapa demikian ? Sebelum ngurak burung sulit diramalkan suaranya. Bisa saja pada saat piyik suaranya menandakan baik, tetapi setelah ngurak malah jeblok. Begitu juga sebaliknya. Tidak sedikit bakalan pada saat piyik suaranya kurang baik ternyata setelah melewati masa ngurak justru lebih baik. Oleh karena itu, selepas masa ngurak baru bisa diketahui apakah suara perkutut baik atau tidak.
Burung yang tidak baik inilah yang kemudian di Cut Ring. namun, bukan berarti yang Cut ring pasti jelek. Tidak jarang para penggemar yang paham pada perkutut justru lebih suka membeli perkutut Cut Ring dari peternakan terkenal. Dengan bekal pengetahuan dan keahlian merawat, penggemar tersebut bisa memilih bakalan yang nantinya bisa meledak di arena konkurs setelah dirawatnya.
Cut Ring sendiri bukan identik dengan burung berkualitas rendah karena banyak pula penggemar perkutut yang mempunyai burung juara justru dilepas ringnya untuk merahasiakan indukkannya maupun asal usul peternakannya. hal ini dilakukan dengan pertimbangan agar pemilik indukannya tidak tahu kalau hasil tangkarannya menjadi juara. Dengan demikian, pemilik burung juara tadi bisa tetap membeli saudara sedarah dari perkutut juara tersebut secara terus menerus dengan harga yang relatip murah. Maksud lain melepas ring pada burung juara adalah agar penggemar lain tidak berbondong-bondong menyerbu peternakan asal perkutut juara tadi untuk memesan saudara yang sedarah dari perkutut juara jadi, kalau sampai banyak penggemar yang mengetahui asal usul dari burung juara tadi, umumnya para penggemar perkutut dari berbagai daerah menyerbu ke peternakan asal burung juara sehingga terjadilah booking maupun inden yang berkepanjangan.
Bagi penangkar, jika hasil tangkarannya menjadi juara dan banyak pemesan yang datang bisa dipastikan akan menaikkan harga burungnya menjadi puluhan kali lipat dari harga sebelumnya. Dengan dasar itulah bisa disimpulkan bahwa belum tentu perkutut yang di Cut Ring adalah perkutut kelas rendah. Apalagi kalau perkutut tersebut di jual di peternakan atau show room bergengsi dengan harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah, bisa dipastikan perkutut tersebut berkualitas baik.

Memilih Bakalan Perkutut

MEMILIH BAKALAN PERKUTUT  

 

Membeli perkutut memang tidak seperti membeli jenis burung lainnya. Dalam memilih perkutut, selain perlu ketelatenan juga butuh kejelian agar tidak kecewa di kemudian hari. Sebelum membeli perkutut ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan. Pertama, kalau bakalan tersebut untuk konkurs, jelas harus jantan. Kemudian, karena bakalan perkutut tersebut diidentikkan dengan piyik, sedangkan kriteria piyik dalam perkutut sendiri dikategorikan mulai burung baru menetas sampai berumur lima bulan, maka untuk membeli bakalan di masing-masing umur diperlukan pengetahuan dan perhatian sendiri-sendiri. Jadi, dalam membeli bakalan perkutut kita bisa membeli piyik mulai yang baru menetas (berumur beberapa hari) sampai burung mulai menampakkan suara aslinya ketika burung berumur lima bulan.

Para pembeli perkutut, baik untuk didengar suaranya maupun untuk lomba, pasti memilih perkutut jantan. Perkutut jantan mempunyai suara nyaring, tekanan bas pada suaranya besar, dan power-nya besar sehingga kalau berbunyi akan terdengar lantang dan stabil. Bagi penggemar perkutut yang masih baru dan awam tentang perkutut, agak sulit untuk membedakan antara perkutut jantan dan betina. Apalagi kalau membelinya masih dalam tahap bakalan.
Untuk membedakan perkutut jantan dan betina, bisa dilakukan dengan melihat supit (tulang di bawah dubur). Kalau supit tersebut rapat atau hampir bersentuhan, bisa dipastikan jantan. Sebaliknya kalau jarak tulang supit tersebut lebar (sekitar 1 cm atau seukuran jari tangan), berarti betina. Cara ini baru bisa digunakan setelah piyik menginjak umur empat bulan. Sebelum umur empat bulan supit pada piyik jantan relatif renggang sehingga penggemar perkutut yang awam akan kesulitan menentukan bakalan jantan dengan cara ini.
Setelah bakalan berumur empat bulan, apalagi kalau sudah di atas enam bulan, secara alami supit jantan akan menyempit sehinga mudah membedakannya dengan yang betina. Selain itu perkutut jantan yang sudah menjelang dewasa juga bisa diketahui dari bentuk bola mata, bentuk kepala, bentuk fisik dan suara. Bola mata perkutut jantan tampak lebih menonjol denga sorot mata yang tajam, sedangkan yang betina tampak sayu dengan sorot mata lemah. Kepala perkutut jantan berukuran lebih besar dan agak bulat, sedangkan yang betina lebih kecil dan agak lonjong. Ukuran fisik tubuh juga demikian, yang jantan biasanya lebih besar dibandingkan dengan yang betina. suara juga demikian, suara perkutut jantan lebih keras dibandingkan yang betina.
Walaupun kita telah mengetahui bahwa perkutut tersebut jantan, tetapi tidak ada salahnya kalau kita melihat lagi kesempurnaan supitnya. Supit perkutut dikatakan sempurna kalau panjangnya sama dan letaknya sejajar. Perlu diketahui bahwa tidak jarang ditemukan perkutut jantan yang mempunyai supit panjang sebelah (salah satu lebih pendek dan letaknya kurang sejajar). Perkutut dengan ciri demikian walaupun suaranya bagus umunya kurang disukai penggemar karena dianggap cacat dalam katuranggan, ada cacat dalam tubuhnya.
Bakalan perkutut yang baru berumur beberapa hari (masih di bawah umur satu bulan) sulit diketahui baik atau tidak. Oleh karena itu, penggemar perkutut jarang yang membeli perkutut pada umur ini. Membeli perkutut yang berumur di bawah satu bulan mempunyai resiko gambling cukup tinggi kecuali kalau sudah diketahui pasangan induk di kandang tersebut telah dikenal sering melahirkan juara. Tidak jarang anakan yang baru menetas langsung dibeli jika dari kandang tersebut sering lahir perkutut juara. Dengan demikian, pembeli lain yang menginginkan anakan dari kandang tersebut harus memesan terlebih dahulu. Dalam dunia perkutut juga ada istilah inden atau booking untuk mendapatkan piyik.
Penggemar perkutut banyak yang memesan anakan perkutut pada peternak yang telah punya nama karena ada jaminan kualitas. Bahkan, untuk menjamin nama baik bird farm-nya ada peternak yang bersedia menukar kalau burung yang kita beli ternyata kualitasnya jelek. Salah satu cara yang aman dalam membeli anakan perkutut yang baru lahir dan belum berbunyi adalah membeli dari peternakan yang sudah dikenal sering melahirkan perkutut juara. Kalau kita membeli piyik dari peternakan yang sering melahirkan juara, kita bisa mengetahui silsilah (garis keturunan) induknya. Kalau induknya bagus dan sering melahirkan anakan juara, bisa dipastikan anakan selanjutnya mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda dengan kakak-kakaknya. Namun untuk membeli burung yang demikian selain harganya cukup tinggi, kita harus antre.


Bila mau lebih yakin lagi kita bisa membeli bakalan yang berumur antara 1-1,5 bulan. Pada umur tersebut bunyi burung masih dalam bentuk suara angin. Bagi penggemar yang paham, dari suara tersebut sudah bisa diperkirakan suara dewasanya. Jika yang keluar bunyi pess-pess-pes, bisa dipastikan burung tersebut nantinya bersuara engkel atau jalan tiga. Kalau pess-pess-pess-pess, diperkirakan tumpang sari atau dobel. Kalau suara piyik tersebut terdengar pess-pess-pess…pess..pess, diperkirakan burung tersebut nantinya bersuara dobel, tumpang sari, atau engkel. Oleh karena itu perlu kejelian dalam mendengarkan panjang pendeknya suara angin sehingga dapat diketahui pess mana yang menjadi suara tengah dan yang mana suara belakang. Kalau masih ragu dengan kemampuan memilih, sebaiknya ditunggu sampai burung berumur 1,5-2 bulan. Pada umur ini suara angin yang dimiliki piyik akan berganti dengan suara perkutut yang lebih jelas walaupun masih belum menunjukkan suara asli perkutut dewasa.
Bakalan dewasa banyak dijual dipeternakan , show room, atau pasar burung. Di tempat ini diperdagangkan bakalan dewasa dengan berbagai macam harga, jenis dan kualitas. Untuk membeli bakalan dewasa, sebaiknya kita bertanya pada diri sendiri terlebih dahulu, apakah perkutut tersebut kita pelihara hanya didengar kungnya saja atau untuk diturunkan di arena konkurs perkutut. Kalau cuma mau dipelihara hanya untuk petetan saja kita bisa mampir diperdagang yang jual perkutut pada tingkat harga antara Rp. 25.000,00 – Rp. 50.000,00 per ekor. Perkutut yang murah tersebut umumnya ditempatkan secara bergerombol dalam kotak besar ( ranji ). Perkutut yang berada dikelas bawah tersebut kebanyakan hasil tangkapan dari alam, produk peternakan lokal, atau silangan burung lokal dengan burung sortiran Bangkok.
Membedakan antara burung tangkapan dari alam ( hasil jaringan ) dan hasil penangkaran cukup mudah. Hasil tangkapandari alam biasanya kakinya tidak bercincin, sedangkan hasil penangkaran umunya bercincin. Karena harganya murah, biasanya penjual tidak mau menjamin perkutut tersebut bersuara bagus. Perlu diketahui, sebelum dimasukkan ranji, pedagang telah menyeleksi burung-burung tersebut. Burung yang bersuaranya agak bagus biasanya langsung disangkarkan tersendiri, dan dijual dengan harga lebih tinggi. tidak jarang burung hasil seleksi tersebut kemudian dipasangi cincin untuk meyakinkan pada calon pembeli bahwa burung tersebut hasil penangkaran. Untuk itu, sebelum membeli burung perkutut sebaiknya kita mengetahui beda antara burung lokal dengan hasil silangan perkutut Bangkok. Bila suara kungnya mantap dan terasa ada tekanan yang tinggi, burung tersebut merupakan hasil silangan dengan perkutut Bangkok atau burung Import. kalau Kungnya datar atau ampang, jelas burung tersebut burung lokal.
Ciri burung lokal lain bila diperhatikan lebih teliti akan semakin tampak. Misalnya bulu mata agak kasar dan pada bola matanya terlihat seperti ada ring berwarna putih yang bisa membesar dan mengecil. Mata perkutut lokal agak besar sedangkan perkutut Bangkok tampak lebih sipit. perkutut lokal biasanya berbadan kurus sedangkan perkutut bangkok atau hasil silangan biasanya lebih gemuk. Khusus perkutut lokal asal Nusa Tenggara justru paling mudah dikenali. pelupuk matanya memiliki ring berwarna kuning, bulu tubuh tampak hijau agak gelap dan kakinya terlihat lebih hitam.
Hampir semua peternak Lokal maupun Import memberikan cincin pada kaki perkutut hasil tangkarannya. Hal itu untuk memberikan tanda asal peternakan mana, kelahiran keberapa, dan keturunan siapa burung tersebut. Dengan demikian, kalau sewaktu-waktu mau merunut induknya, bisa mengetahuinya dari cincin tersebut. Bagi peternak lokal, pemberian cincin tidak lepas dari himbauan P3SI ( Persatuan Penggemar Perkutut Seluruh Indonesia ) agar ternak lokal memberikan cincin pada perkutut hasil tangkarannya agar bisa diketahui bahwa perkutut tersebut hasil tangkaran, bukan hasil tangkapan dari alam. Untuk peternakan besar, biasanya silsilah sangat diperhatikan. Setiap anakan yang dijual biasanya disertai dengan Sertifikat.
Cincin tidak menjamin kalau burung tersebut hasil tangkaran peternak. Sekarang ini banyak pedagang atau bahkan peternak yang mencoba memalsu cincin burung hasil tangkarannya dengan cincin yang berkode peternakan terkenal yang sering melahirkan burung juara. Mengetahui begitu berartinya sebuah cincin yang melingkar dikaki perkutut, sampai-sampai muncul istilah cincin palsu atau jual beli cincin. Munculnya kasus pemalsuan cincin tersebut tidak lepas dari keinginan peternak atau pedagang yang ingin meniru kesuksesan peternak lain. Misalakan saja perkutut milik si A di arena konkurs selalu menyabet juara akan lumrah bila para penggemar perkutut akan berbondong-bondong ke peternakan A utnuk memesan saudara atau turunan perkutut yang juara tadi. Karena banyaknya pesanan, biasanya harga saudara atau turunan perkutut juara tadi akan melambung tinggi.
Tingginya harga perkutut tersebut tidak jarang digunakan aji mumpung oleh peternak itu. Misalnya ia membeli burung milik peternak lain yang kualitasnya lebih rendah dan harganya lebih miring, kemudian peternak tersebut memasang ring atas nama peternakannya agar burung tersebut tampak sebagai hasil tangkaran peternakannya. burung ini kemudian dijual dengan harga yang tinggi setaraf dengan keturunan perkutut juara tadi. penggemar perkutut sendiri sulit membedakan apakh burung tersebut asli anakan dari indukan yang melahirkan anakan juara atau anakan perkutut lain karena cincin yang terpasang tersebut asli dari peternakan bersangkutan. Oleh karena itu membeli anakan perkutut juara, dipeternakan besar perlu hati-hati dan perlu meminta jaminan keaslian dari peternaknya.


Untuk mengetahui apakah cincin yang melingkar dikaki perkutut asli atau tidak, tidak terlalu sulit. Kalau asli, cincin tersebut sulit dilepas karena agak ngepress dengan kaki. kalau burung sudah berusia 1 bulan, cincin asli susah dilepas. kalau dipaksa dilepas atau dipasang akan membuat burung yang bersangkutan cedera. Oleh karena itu, pemasangan cincin atau ring asli biasanya dilakukan sebelum piyik perkutut berumur 15 hari. Lebih dari itu sudah susah karena jari kaki piyik akan tumbuh membesar secara cepat. Mengingat cincin tersebut mudah dipesan, belakangan muncul cincin yang berukuran sedikit agak besar. Cincin semacam inilah biasanya digunakan untuk memalsu burung-burung kelas bawah agar tampak bagaikan burung kelas atas.
Ukuran cincin yang bisa dibongkar pasang pada kaki perkutut biasanya berdiameter agak besar, dikenal dengan ukuran 44. Cincin tersebut bisa dikeluar masukkan pada pergelangan kaki perkutut walaupun burung sudah dewasa. cincin asli diameternya lebih kecil, dikenal dengan ukuran 41.

Jenis Perkutut

Jenis Perkutut

Perkutut (Geopelia striata) banyak hidup di hutan-hutan dataran rendah. Sebagai burung yang masuk dalam suku Columbidae, perkutut mempunyai banyak kerabat dekat seperti peragam dan punai yang tersebar luas di seluruh dunia. Namun, khusus jenis perkutut penyebarannya hanya terbatas dari Semenanjung Malaya sampai Australia.

Di Indonesia jenis perkutut cukup banyak. Penghobi membedakan perkutut yang ada sesuai dengan daerah asalnya, misalnya perkutut Sumatera, perkutut Jawa, perkutut Bali, dan perkutut Nusa Tenggara. Khusus untuk di Jawa, masih dibedakan lagi sesuai dengan asal daerah yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil perkutut berkualitas, misalnya perkutut Pajajaran, perkutut Mataram, perkutut Majapahit, perkutut Tuban, dan perkutut Madura.
Di Jawa dulunya perkutut banyak dijumpai di daerah bersemak terbuka yang kering atau di pinggiran hutan yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. Bahkan, dulu perkutut juga sering dijumpai mencari makan di ladang atau persawahan.
Umumnya perkutut hidup dan mencari makan secara berpasangan atau dalam kelompok kecil. Burung-burung ini biasanya makan di atas permukaan tanah. Tidak jarang ditemukan perkutut yang sedang minum secara bersamaan pada sumber air.
Karena tidak mudah terganggu dengan kehadiran manusia dan bisa didekati dalam jarak beberapa meter, perkutut dikenal sebagai burung yang agak jinak. Bila merasa terancam, burung ini akan terbang cepat dan berhenti dalam jarak yang pendek atau bertengger di atas pohon yang tidak jauh dari tempat asalnya.
Di alam bebas perkembang biakan perkutut tidak sebaik di breeding farm. Di alam bebas perkutut hanya bertelur dua sampai tiga kali setahun yang terjadi pada bulan Januari-September. Musim berbiak ditandai dengan pembuatan sarang oleh sepasang perkutut yang sedang berahi. Bentuk sarang agak datar dan tipis. Bagian bawah sarang dibuat dari kumpulan ranting yang agak kasar, sedangkan bagian atasnya dilapisi daun rerumputan kering atau serabut yang lebih halus. sarang umumnya diletakkan pada pohon atau semak yang tidak terlalu tinggi dari permukaan tanah.
Beberapa hari setelah sarang jadi, perkutut betina akan bertelur sebanyak dua butir. Telur ini berwarna putih dengan bentuk oval. Ukuran telur kurang lebih 22 X 17mm. Telur akan dierami secara bergantian oleh kedua induk selama kurang lebih dua minggu, setelah itu telur menetas. Anak perkutut yang baru menetas tampak berwarna merah, tidak mempunyai bulu, dan matanya masih tertutup. Pada saat seperti ini anakan masih memerlukan kehangatan dari tubuh induknya. Oleh karena itu, induk akan mengeraminya sampai tumbuhnya bulu (sekitar umur dua minggu).
Anakan perkutut yang baru menetas oleh induknya diberi makan berupa susu yang dihasilkan oleh tembolok induknya. Proses penyusuan ini berjalan sesuai dengan naluri alamiah burung. Anak yang belum bisa melihat tersebut menyentuh-nyentuhkan paruhnya ke arah mulut induknya. Setelah mengena, anakan tersebut akan memasukkan kepalanya di tenggorokan induknya. Proses inilah yang dinamakan menyusu. Bersamaan masuknya kepala si anak ke tenggorokan induk, si induk akan memuntahkan isi tembolok yang berupa cairan dan langsung masuk ke mulut si anak. Proses penyusuan ini biasanya berlangsung sampai si anak keluar bulu atau sudah bisa terbang.
Perkutut tangkapan hutan yang telah lama dipelihara orang lazim disebut perkutut lokal. Perkutut tersebut biasanya sudah pandai manggung, tetapi sayang sulit diternak. Kendalanya perkutut lokal sangat lamban atau tidak mudah berkembang biak. Upaya menyilangkan induk jantan perkutut lokal dengan induk betina perkutut Bangkok juga lambat atau tidak selancar perkutut Bangkok murni. Akhirnya banyak yang memilih indukan jantan maupun betina perkutut Bangkok murni karena lebih efektif .
Perkutut-perkutut lokal tersebut sebenarnya dalam hal suara tidak terlalu berbeda jauh walaupun masing-masing mempunyai ciri khas. Perkutut dari satu daerah mempunyai perbedaan dengan perkutut dari daerah lain, tetapi perbedaannya tidak begitu mencolok. Bahkan, dalam hal ukuran atau berat badan hampir tidak berbeda. Perkutut tergolong dalam kelompok burung kecil (betina 19-21 cm dan jantan 20-24 cm) dengan berat antara 60-70 gram.
Warna tubuh didominasi dengan warna cokelat dengan ekor agak panjang. Warna pada bagian kepala abu-abu dengan bagian belakang kecokelatan. Leher dan bagian sisinya bergaris halus. Bagian punggung berwarna cokelat dengan tepi-tepi bulu berwarna hitam. Bulu sisi terluar pada ekor berwarna agak kehitaman dan pada bagian ujungnya putih.
Iris (selaput pelangi mata) abu-abu agak kebiruan, paruh abu-abu, dan kaki merah jambu. Warna lain yang menjadi ciri khas perkutut adalah bulu pada punggung sayap, sisi leher, dada, dan bagian sisi badan berwarna cokelat agak keabu-abuan.
Jenis perkutut lokal semakin hari semakin kurang diminati oleh penggemar perkutut terhadap suara yang semakin meningkat. Sekarang ini penggemar perkutut menuntut suara yang lebih bagus. Artinya, penggemar perkutut sekarang bukan hanya berpatokan pada munculnya suara depan, tengah, dan belakang saja, melainkan lebih berkembang lagi pada tarikan suara depan yang panjang, tekanan suara, bersihnya suara, dan sebagainya. Tambahan tuntutan tersebut jelas tidak bisa di peroleh dari burung tangkapan alam atau lokal, sebab umumnya suara burung lokal ringan dan datar. Oleh karena itu, tanpa disadari orang harus beralih pada perkutut hasil silangan. Hanya dengan cara silangan penggemar bisa memperoleh suara perkutut sesuai dengan yang diharapkan.
Dengan cara silangan inilah akhirnya penggemar perkutut di tanah air minded dengan perkutut keturunan asal Bangkok (silsilah keturunan). Perkutut asal Bangkok tersebut umunya mempunyai kualitas suara yang bisa diandalkan, baik pada irama dan tekanan suara (depan, tengah, dan belakang) maupun powernya. Hal itu tidak lepas dari kepiawaian dari penangkar di sana yang memang diakui cukup ahli dalam soal silang-menyilang perkutut.

PERKUTUT KATURANGGAN - INDONESIA

PERKUTUT KATURANGGAN

 Perkutut Katuranggan atau Primbon antara lain :

* Perkutut Songgo Ratu: perkutut ini dipercaya sebagai titisan seorang putra Raja Bali di zaman Majapahit yang dikejar-kejar musuhnya dan melarikan diri sampai ke Desa Tutul di Blambangan, Banyuwangi dan mati terbunuh, kemudian berubah menjadi Perkutut yang diberi nama Perkutut Songgo Ratu.. Perkutut ini berciri khas di kepalanya ada jambul semacam mahkota berwarna putih. Sifatnya juga seperti ningrat yang tidak suka berkeliaran, hidupnya hanya di tempat yang sepi seperti didalam goa atau di pekuburan. Perkutut ini kuat menahan lapar dan haus sampai beberapa hari, tidurnya selalu ditempat yang paling tinggi dibanding perkutut lainnya. Mempunyai wibawa yang sangat besar, shingga perkutut yang berada didekatnya tidak akan berani bersuara/bunyi. Ciri-ciri fisiknya yang lain adalah, kaki dan paruhnya berwarna hitam. Bulunya agak kehitam-hitaman. Perkutut yang mempunyai yoni yang besar, biasanya jarang berbunyi dan suaranya relatif juga kecil, demikian pula perkutut yang satu ini. Perkutut ini bisa untuk menolak santet/ilmu hitam, melancarkan rezeki dan mempunyai kewibawaan yang tinggi bagi pemiliknya.

* Perkutut Lurah: dilihat dari corak warna perkutut, sepintas dapat dilihat persamaan tersamar dengan ular, dimana keduanya mempunyai lurik yang hampir sama. Perkutut mempunyai bulu dada yang warnanya lebih terang, bahkan keputih-putihan, begitu juga dengan ular. Perkutut Lurah ini tinggal dihutan makannya disuapi atau dibawakan makanan oleh perkutut yang lain yang menjadi anak buahnya. Biasanya perkutut ini dipelihara oleh atasan atau pemimpin yang mempunyai kedudukan, karena perkutut ini mempunyai yoni kewibawaan yang luar biasa dan mendatangkan rezeki yang berlimpah.

* Perkutut Putih: perkutut ini merupakan primadona yang banyak dikejar-kejar orang, sebab selain sangat langka, perkutut putih ini diyakini bisa mendatangkan kekayaan bagi si pemilik atau si pemeliharanya. Warna bulunya seluruhnya putih, matanya merah, paruh kelabu kemerahan, kaki merah bergaris-garis hitam dan kuku berwarna putih. Perkutut ini biasanya dahulu hanya dimiliki oleh para Raja atau pemimpin. Perkutut ini juga diyakini dari hasil perkawinan In breed yaitu antar saudara sekandung yang berlangsung beberapa generasi sekitar 5 sampai 10 tahun lamanya. Jadi perkutut putih belum tentu anak-anaknya adalah putih, tetapi perkutut biasa yang membawa darah putih pada suatu ketika akan mempunyai keturunan berbulu putih. Konon karena langkanya biasanya sebelum dimiliki seseorang, perkutut putih datang lewat mimpi dengan rupa orang yang sudah tua, berambut serta berjenggot putih.

* Perkutut Hitam atau Kol Buntet: seluruh bulunya hitam legam yang dianggap rajanya perkutut, kalau dipelihara akan memberikan keberuntungan.
* Di samping itu masih ada beberapa jenis perkutut Katuranggan antara lain ; Perkutut berekor 15 lembar ( Pendawa Mijil ), Perkutut berwarna tepung tumpeng atau disebut juga Perkutut Daring Kebak/Tembus, Perkutut Udan Emas, Perkutut bermata merah dan kuning ( Mercu Jiwa ), Perkutut Rondo Semoyo, dll. yang kesemuanya mempunyai yoni sendiri-sendiri antara lain untuk nolak santet dan ketenteraman keluarga ( Tepung Tumpeng ), untuk kewibawaan ( Pendawa Mijil dan Mercu Jiwa yang kewibawaannya besar ), kelancaran berdagang ( Rondo Semoyo ). Jadi dapat dibayangkan jika kita mempunyai seekor perkutut berwarna Tepung Tumpeng, matanya merah atau kuning dan ekornya berjumlah 15 lembar, maka jelas dan pasti perkutut ini adalah perkutut bagus dan langka serta mahal harganya..

BURUNG PERKUTUT

BURUNG PERKUTUT
Secara Umum

Berbicara mengenai Perkutut Katuranggan biasanya dikaitkan dengan Perkutut Lokal yang diyakini mempunyai kekuatan gaib atau supranatural/yoni menurut kepercayaan orang-orang tua kita sejak beratus-ratus tahun terutama pada masyarakat tradisi Jawa dan bukan Perkutut Silang atau sering dikenal Perkutut Bangkok yang banyak kita lihat dan pelihara saat ini yang diyakini sudah tidak lagi memiliki kekuatan gaib sesuai dengan alam pikiran masyarakat modern. Sehingga Perkutut Katuranggan sering disebut burung alam gaib yang bisa memberikan rezeki, kebahagiaan dan ketenteraman rumah tangga, pangkat dan jabatan, dll.

Kebiasaan menikmati bunyi suaranya anggungan perkutut yang indah ini dimulai sejak zaman Majapahit dan memang burung yang satu ini pada waktu itu biasanya hanya dipelihara oleh kalangan ningrat kerajaan yang semakin dikembangkan pada saat keraton Ngayogjakarta Hadiningrat dibawah Sri Sultan Hamnegku Buwono VII pada tahun 1877-1921.
Perkutut juga diyakini sebagai bilangan ke-lima dari kelengkapan seorang Priya sejati yang sempurna dalam tradisi Jawa yang berlatar kebudayaan keraton yaitu ; Wisma (rumah), Garwa (Istri), Curiga (Keris), Turangga (Kuda) dan Kukila (Perkutut). Perkutut merupakan alat pencipta kepuasan atau kenikmatan pribadi. Suara anggungannya dan keindahan fisiknya dapat memberikan suasana tenang, teduh, santai bahagia dan seolah-olah manusia dapat berhubungan dengan alam semesta secara langsung.

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada awal tulisan ini, perkutut memiliki keistimewaan luar biasa karena dianggap memiliki kekuatan gaib yang dapat mempengaruhi pemiliknya berdasarkan ” Katuranggan ” yang dipercaya memiliki titisan darah gaib, juga berdasarkan ” Ciri mathi ” adalah ramalan dalam hubungan bentuk atau sifat tertentu seekor perkutut, sehingga dipercaya memiliki pengaruh baik (membawa keberuntungan/rezeki, ketenteraman rumah tangga, pangkat, dlsb.) atau buruk (membawa sial atau mala petaka) bagi pemilik atau si pemelihara tersebut.
Untuk mengetahui baik tidaknya seekor perkutut, dapat ditilik berdasarkan katuranggan dan ciri mathi berupa ciri fisik seperti bentuk tubuh, bulu, paruh, kaki dan juga sifat, perilaku serta pada saat berbunyi/manggung yang dapat dijelaskan sebagai berikut/seperti di bawah ini.

TIP BAGI PENGGEMAR PERKUTUT

TIP BAGI PENGGEMAR PERKUTUT PEMULA


Bukan rahasia lagi jika seorang pemula di dunia perkutut selalu dicekoki oleh "statement" ..."untuk belajar perkutut, harus sekolah dulu, dan biayanya Muuuaaahal sekali..."

Ketika seorang pemula mengeluh, betapa uang jutaan rupiah telah di keluarkan, tetapi burung perkutut yang di dapat ternyata 'burung tidak layak kontes' siapa yang salah ? sang pemula atau si penjual perkutut ?

Seorang senior di bidang Perkututan, yang tidak ingin disebutkan namanya, hanya berkomentar singkat, ketika hal itu ditanyakan kepadanya,..

"Sebenarnya tidak mahal jika ingin belajar perkutut, yang membuat mahal adalah para Calo, broker, mediator dan peternak nakal yang hanya ingin burungnya cepat laku terjual,...tanpa memikirkan nasib para pemula..."

lain lagi dengan pak tua yang juga tak mau disebutkan namanya, ....
"selain calo dan peternak nakal, yang membuat mahal juga sang pemula,...karena punya uang, gengsi kalau nggak berani beli mahal...beli tanpa menawar adalah type-type pemula yang 'banyak duit' dan punya gengsi tinggi,... ngerti burung perkutut juga belum, ehh percaya saja dengan yang ditawarkan calo atau peternak...sudah begitu jutaan pula harganya..ha ha ha...padahal mungkin cuma seratus ribu jika beli di pasar burung...

seorang penggemar perkutut yang tinggal di surabaya berkomentar lain...
"Banyak calo, mediator, broker, peternak, pedagang perkutut yang tidak jujur,... apalagi jika calon korbannya 'pemula', burung jelek dibilang 'istimewa', burung satu warna di bilang prospek 'tiga warna'... menjual burung perkutut dengan 'harga' yang tidak sesuai dengan kualitas, tentu sangat merugikan pembeli...

ujung-ujungnya... si pemula akan kapok dan berhenti main perkutut.
Jika penggemar perkutut berkurang, regenerasi tidak ada, lantas siapa yang rugi ? yang rugi adalah para peternak dan calo-calo itu...dunia perkutut menjadi sepi.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, berikut beberapa TIPS bagi 'Pemula' di dunia Perkutut.

1. Pelajari dulu suara burung perkutut, mana suara yang bagus dan mana yang suara tidak bagus.
2. Suara Perkutut dibagi tiga bagian, yaitu :
a. Suara depan
b. Suara Tengah
c. Suara belakang/ujung
3. Burung perkutut dianggap 'bagus' jika memiliki ketiga-tiganya, saat berbunyi, ada suara depan, tengah dan ujung. selanjutnya kita harus memperhatikan volume suaranya, kestabilannya, air suaranya dan suara latarnya.
4. Bagi pemula diharapkan membaca artikel berikut :
- Pedoman Penilaian Konkurs
- Sistem Penilaian Baru Lomba P3SI
- Analisis Suara Perkutut
- Menilai Suara Perkutut
5. Jangan mudah percaya terhadap para calo, mediator, broker, pedagang dan peternak,..sebelum membeli sebaiknya burung harus anda pantau, mintalah bantuan kepada orang yang telah mengerti suara burung perkutut, yang anda kenal baik. jangan meminta bantuan kepada calo, broker atau mediator.
6. Jangan membeli sebelum anda mendengar kualitas suaranya.
7. Berkumpullah dalam komunitas penggemar perkutut, ngerumpi, ngobrol apa saja tentang perkutut, dijamin anda akan mendapatkan ilmu perkutut yang 'banyak'
8. Sering-seringlah datang ke Latber atau kontes perkutut, perhatikan suara-suara burung-burung juara, pelajari dan bandingkan dengan suara burung perkutut di pasar burung, temukan bedanya.

KANDANG PERKUTUT

KOMPOSISI KANDANG TERNAK


Merupakan kebanggaan tersendiri apabila seorang penggemar perkutut mampu
membudidayakan perkutut kesayangannya. Terlebih pula bila mampu
mengeluarkan jawara berkualitas dari hasil olahan tangannya sendiri.
Banyak penggemar perkutut yang melangkah satu step ke depan dengan
sekaligus menjadi peternak dan masih sebagai hobby semata.

Namun banyak pula penggemar yang bertindak lebih jauh dengan membangun
puluhan bahkan ratusan petak kandang dengan tujuan komersial. Betapa
tidak, karena harga piyik perkutut berkualitas saat ini antara jutaan
hingga puluhan juta per pasang. Bahkan di banyak peternak besar
pasangan-pasangan kandang favorit yang terbukti menghasilkan banyak
jawara antrian bookingan untuk mendapatkan sepasang anaknya bisa
mencapai angka belasan hingga puluhan orang.

Ada juga peternak perkutut yang membangun ratusan kandang ternak
namun bermain di kelas bawah dengan harga jual produk hanya puluhan ribu
 rupiah per ekor untuk mengisi segmen pasar kelas pemula.

Mau bermain di kelas bawah ataupun di kelas atas, dari segi komersial rasanya beternak perkutut masih sangat menjanjikan.
Kandang Ternak Perkutut

Hal yang mutlak diperlukan dalam beternak perkutut adalah kandang.
Sepetak kandang berisi hanya sepasang induk jantan dan betina. Apakah
boleh
kandang besar diisi banyak pasangan perkutut? Boleh-boleh saja, karena
perkutut adalah pasangan monogami (selalu setia dengan satu
pasangannya), namun dikuatirkan bukannya mereka rajin baku-tindih untuk
kawin malah baku-tindih untuk berantem karena cemburu atau karena
memperebutkan lokasi sarang. Jadi sebaiknya satu petak hanya diisi satu
pasang saja.

Ukuran Kandang Ternak

Sudah terbukti bahwa sepasang perkutut bisa diternak di kandang yang
berukuran kecil, bahkan di sangkar burung ocehan pun sepasang perkutut
bisa rajin berkembang biak. Ukuran kandang tergantung dari luas lahan
yang dimiliki. Idealnya memang berukuran agak besar agar pasangan
indukan lebih bebas terbang dan lebih sehat tentunya buat pasangan
indukan yang ada.

Kandang ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm sudah bisa dipakai sebagai modal
 untuk mulai beternak perkutut. Bisa juga dibuat petak kandang yang
bersusun untuk menghemat lahan. Mau susun dua atau susun tiga juga masih
 bisa.

Kandang ideal berukuran lebar 120 cm x 180 cm x 270 cm (lebar x
tinggi x panjang) agar perkutut bisa bergerak terbang bebas dan mendapat
 cukup sinar matahari. Namun ukuran umum yang dipakai adalah 90 cm x 180
 cm x 180 cm atau ukuran 60 cm x 180 cm x 180 cm.

Karena keterbatasan luas lahan di kota besar maka ukuran yang
dianggap normal saat ini adalah ukuran 60 cm x 180 cm x 120 cm (lebar x
tinggi x panjang).

Ukuran mana yang mau dipilih, terserah selera masing-masing. Ukuran
manapun yang dipilih perkutut tetap bisa berkembangbiak disana.

Materi Bahan Kandang

Bahan rangka kandang bisa terbuat dari kayu, besi ataupun aluminium. Tergantung dari dana dan kesediaan material.

Bahan kayu lebih murah namun kurang awet, bisa lapuk dihajar hujan
dan rayap. Bahan besi lebih kuat, pengerjaannya lebih susah karena memotongnya lebih berat, juga untuk mengebornya dan juga besi bisa berkarat. Bahan aluminium lebih mahal dan pengerjaannya lebih mudah dan cepat, serta bentuknya rapi dan manis dipandang serta awet karena tahan karat.

Bahan dinding dan bagian atas kandang dipilih kawat kandang yang
digalvanized (dilapis dengan bahan anti karat). Ukuran kotak-kotak kawat
 kandang sebaiknya yang ukuran 0.5 cm x 0.5 cm. Agar tidak dimasuki
cicak, kecoak maupun ular yang membahayakan ketenteraman lingkungan
kandang. Kalau ada manusia yang takut banget dengan cicak atau kecoak,
maka tidak heran juga kalau ada perkutut yang juga phobia dengan
hewan-hewan tersebut. Ukuran kawat kotak-kotak 1 cm x 1 cm yang lebih
murah masih bisa dipakai tetapi resikonya masih terlalu besar dibanding
penghematannya.
Lantai Kandang Sebaiknya lantai kandang dipelur dengan semen, jangan hanya beralas
tanah. Supaya lebih mudah dibersihkan dengan cara disemprot dengan air.
Lantai tanah kelihatannya alami, tetapi akan banyak bakter pathogen yang
 berkembang biak di tanah dan bisa masuk ke perut perkutut kesayangan
kita ketika si perkutut mencari makan di bawah.
Lantai kandang harus dibuat miring sedemikian rupa sehingga air hujan
 yang masuk bisa segera mengalir keluar kandang, sehingga lantai tidak
menjadi lembab sarang kuman.
Lantai kandang harus sering dibersihkan dengan cara disemprot dengan
air atau bila perlu masuk kandang dan disikat hingga bersih dari kotoran
 dan lumut.

Atap Kandang penutup bagian atas kandang atau atap kandang ternak bisa terbuat
dari genting atau asbes. Atap dibuat miring sehingga air hujan tidak
tergenang. Dan atap dipasang hanya sepertiga bagian saja menaungi area
sarang dan tempat pakan. Sisa dua per tiga area bisa dipakai perkutut
untuk bermandi sinar matahari dan atap dibuat menjorok ke depan agar
tempat pakan dan sarang tidak terkena tampias air hujan.

Sebaiknya di antara kawat atas kandang dan atap kandang diberi jarak
sekitar 15-20 cm agar terdapat sirkulasi udara yang nyaman di daerah
sarang.

Pintu Kandang

Untuk kandang ukuran besar perlu dibuat pintu kandang berukuran 60 cm
 x 90 cm agar perawat kandang bisa masuk untuk membersihkan kandang
ataupun untuk menangkap burung. Sebaiknya dibuat engsel pengunci juga di
 bagian dalam, sehingga ketika perawat masuk ke dalam kandang bisa
mengunci pintu kandang dari dalam agar burungnya tidak kabur dari celah
pintu.

Harus dibuat juga pintu kecil

Pintu kecil untuk urusan pakan dan minum
ukuran 15 cm x 15 cm yang dipasang di bagian depan sebelah atas dekat
sarang, pintu ini gunanya untuk mengecek sarang, mengecelk telur dan
piyik yang masih kecil, sehingga perawat tidak perlu masuk kedalam
kandang.

Pintu Kecil untuk memantau telur dan piyik Kemudian satu lagi pintu kecil dibagian depan tengah ukuran 20 x 20 cm
untuk mengambil tempat makan/minum ketika mau menambah pakan atau mau
membersihkan tempat pakan/minum.
Meja Makan Tidak hanya rumah pemilik bird farm yang punya meja makan, tapi
kandang ternak perkutut pun harus dilengkapi dengan meja makan. Cukup
berupa papan kayu melintang yang diletakkan dibagian depan sebelah
tengah. Di papan ini bisa diletakkan kotak tempat pakan dan wadah minum
perkutut. Ukurannya lebar 20 cm dan tebal 1 cm, panjangnya memyesuaikan
dengan lebar kandang.
Jangan lupa memberi lapisan cat pada papan meja makan ini, agar tidak
 mudah lapuk kena siraman air hujan ataupun siraman air pada waktu kita
membersihkan kandang.

Wadah Pakan
Pakan perkutut sebaiknya diletakkan di sebuah kotak yang
bersekat-sekat dengan penutup yang berlubang dengan diameter lubang
seukuran 4 cm cukup untuk kepala perkutut masuk dan mencongkel-congkel
makanannya. Burung perkutut terkenal sebagai burung pemilih yang
makannya suka dihambur-hamburkan. Dengan penutup tersebut maka bisa agak
 dikurangi pemborosan pakannya.

Kotak bersekat gunanya untuk memisahkan pakan antara milet, gabah,
juwawut dan yang lainnya, sekali lagi agar tidak dihambur-hamburkan oleh
 burung perkututnya, selain itu juga untuk lebih mudah mengetahui pakan
jenis apa yang disukai oleh pasangan perkutut tersebut. Layaknya manusia
 ada yang suka capcay, ada yang suka puyunghai, ada yang suka telor ada
yang tidak suka sayur, begitu juga perkutut ada yang hobby makan juwawut
 tapi gak suka ketan hitam, ada yang suka milet doang dan tidak suka
gabah.

Wadah Minum
Wadah minum bisa dipakai yang model terbuka, atau juga model tertutup
 untuk menghindari debu dan kotoran yang mencemari minumannya. Yang
model terbuka harus tiap hari diganti agar tidak lumutan dan tidak
menjadi sarang jentik nyamuk demam berdarah.

CONTACT US

Forms generator powered by 123ContactForm.com | Report abuse

MATERI ARYA BIRD FARM - 08122530557



 BUDIDAYA PERKUTUT  INDONESIA 
(ARYA BIRD FARM -DEMAK)  
PH.0812-2530557, PIN BB : 29D3AC79
KOMPOSISI MATERI PERKUTUT-BANGKOK BERKUALITAS
MATERI TERBARU 2015


KANDANGJANTANBETINA
KN 111Cakrawala 15-074 N EEEArya 793 B4
(Cakrawala 32 N 111 x cakrawala 76 N 555)(Cakrawala 12-407 selebritis x cakrawala 12-168 MU)
KN 222Saskia 532 sadewaCakrawala 14-311 pacman five
(Rbf 09 jt x kpp 19-751 N84)(Cakrawala 279 cp 555 x cakrawala 380 pacman)
KN 333Kharisma 863 k5Kharisma 1083.1B
(Barata 699 N-11 x kharisma 878 k-2)(Ms 328 x kharisma 794 k-8)
KN 444Kharisma 891 k-13 cucu densusCakrawala 14-152 N 111
(Kharisma 831 k3 x segar 74)(Cakrawala 1-136 putra agung x mlt 1771 N 1)
KN 555Golden 379 k-14Wnt 398 A4
(Golden 2485 era pesona x cristal 747 N17)(Wnt 213 x klm 710)
KN 666Saskia 696 k arjunaCakrawala 14-303 N-HHH
(Rbf 09 k.pecah beling x garuda k1)(Terminal 324 tp 888 x cakrawala 256 cp 777)
KN 777Golden 525 k.16Golden 59 k.14 
(Golden 60k.14 x golden 265 k.3B)(Golden 117 k.17 x cristal 747 A.17)
KN 888Cakrawala 12-417 N CCCCakrawala 14-230 NCCC
(Mlt 3127 N.3 x cakrawala 841 putra agung)(MMC 283 M.42 x cakrawala 841 putra agung)
KN 999Inohong 620Cakrawala 13-236 cp 666
(Pagoda x pagoda)(Cakrawala 139 N 555 x cakrawala 236 N 111)
A-1 Jupiter 178 piano King,s 704
(Cendana 150 k.13 x jupiter 686 kenwood)(Only 308 nagoya x aya 130 k.8)
A-2Arya .... KN 888Arya 924 A.6
(Inohong 620 x tiga Dara 88)(Ganden 04 x arya 708 B.7)
A-3Nif 2-339 A.5Arya 862 B.6 
(YV 510 N.20 x Nif 1452 A.18)(Asri 1367 F.16 x asri 13-324 F.12)
A-4 ........
........
A-5Asri 1606 Milenium 218 k 18
(Grand 1641 x asri 1558)(Milenium x milenium)
A-6Ganden 04 k.gandenArya 708 B.7
(Mlt 625 x ak 3 ganden)(Kharisma 982 k.7 x kharisma 273 k.1)
A-7Surya star 249 -A 4Bagus bf 454
(Leo 10-354 x leo 10-264)(Santa 1013 x bagus 273)
A-8Kharisma 761 k.1Cakrawala1466 AAA
(Kharisma 605 x star van k.5)(Cakrawala 110 N 222 x cakrawala 113 pacman one)
A-9Korojati 801 jati star oneJupiter 1380 digitec
(Kresna 288 sadewa x paksi mas 14 allstar)(Jupiter 969 philips x palem 376 sk 111)





MATERI 2014

NO. KANDANG JANTAN BETINA




1. K-1 KNB.68
MIC 167
2. K-2 KOROJATI.957 CANCAN 677
3. K-3 MISYASRI
4. K-4
MISY.63
PALEM.274
5. K-5 SURYA STAR.245 JBM.2528
6. K-6 DEWA10-15 ASRI.12-378
7.K-7 DEW.10-15 DEWA.10-01
8.K-8 KOROJATI.801 STAR ONEKORO JATI .767 PUSPITA JATI
9.K-9 SURYA STAR.254ASRI
10.K-10 - -
11.K-11 - -
12.K-12 SURYA STAR.248 LEO.364 TO
13.K-13 ARYA BF ARYA BF 119N-6
14.K-14 MISY 237 CNS 1024
15.K-15 TERATAI 31 PM 983
16.K-16 CAN CAN 667 NURI BF 146
17.K-17 CNS 410 CAN CAN 608
18.K-18 PALEM.151 LUGINA.1244
19.K-19 KPP.11-886 NUSANTARA.11-209
20.K-20 TSM PCT 45 GM 2029
21.K-21 MAKITA.038WARANGGONO KING.S.74
22.K-22 PM 1328 CNS PKL 1049
23.K-23 PSP BF 293 PWT ASRI 1022
24.K-24 BAGUS.BF BAGUS.BF
25.K-25 ASRI.13-19 ASRI-12-370
26.K-26 ELVIKA 528 NURI.248
27.K-27 ASP.589 MEYDINA.846
28.K-28 TPP-190 ASRI
29.K-29 PM.1287 TERATAI. 09
30.K-30 NURI  BF 247NAKULA ARYA-120
31.- - -
32.- - -
33.- -




MATERI KANDANG TERBARU - 14 - 07 - 2013


NO.KANDANG JANTANBETINA




1.B-1SESABF.679 GRANDIS
KOROJATI 770 - LANGGENG JATI
2.B-2ASRI-12-401DEWA BF-018
3.B-3ASRI.13-226SASKIA-549 SADEWA
4.B-4
CAKRAWALA 12-407 SELEBRITIS
CAKRAWALA 12-073 M UNITED
5.B-5CAKRAWALA 12.394 N.CCCCAKRAWALA 13-073 N-BBB
6.B-6DEWA BF 12.04DEWA BF 11-17
7.B-7DEWA 11-41 ASRI.12-429
8.B-8ARYABF-209ASRI 242
9.B-9ALTISBAGUS BF
10.B-10KOROJATI 990 MUTIARA JATITGM.5270
11.B-11KOROJATI.1058ASRI 12-235
12.B-12KOROJATI.1057ASRI 12-438



KODEJANTANBETINA
A1Jupiter 178 piano King's 704
A2Asri 1367Asri 13-324
A3Milenium 341Jupiter accord
A4Sakti 81 Jupiter 935 nebula
A5Asri 1606Milenium 218
A6Sakti 20 k777Sakti 13 k555
A7sakti 100 k111 Sakti 52 k555
A8Arya Arya
A9Korojati 801 jati star one Jupiter 1380 digitec
A10Sakti 57 k777 Sakti 99 l111*8