BANNER

Kamis, 29 November 2012

Memahami Bahasa Tubuh Burung


PERKUTUT-INDONESIA

Memahami bahasa tubuh burung

Ada sebuah artikel menarik di birdnways.com yang perlu saya sharing di sini. Judulnya sama seperti judul posting ini, yaitu memahami bahasa tubuh burung. Artikel ini memang ditujukan kepada penggemar burung paruh bengkok (parrot), seperti lovebird, kakatua, nuri, cockatiel, dan beo, tetapi sebagian bisa juga berlaku untuk beberapa spesies burung lainnya.
Salah satu aspek terpenting dalam menciptakan dan memelihara hubungan baik dengan burung peliharaan adalah memahami vokalisasi atau kemampuan vokal burung, juga bahasa tubuh burung.
Burung belajar berkomunikasi dengan manusia melalui suara, perilaku, dan tindakan. Dengan menggunakan bahasa tubuhnya, burung memberitahu kita bahwa mereka bahagia, ketakutan, sakit, lapar, lelah, marah, atau ingin dimanja.
Kemampuan komunikasi merupakan unsur penting dalam setiap hubungan. Itu berarti pemilik burung pun harus belajar untuk menafsirkan makna dari suara dan perilaku mereka, agar kita mampu menjinakkan, melatih, dan memberikan perawatan terbaik.
Meski setiap burung berbeda karakter dan perilakunya, di sini penulis menemukan kesamaan umum dalam mengartikan tindakan dan perilaku burung secara mendasar. Ok, apabila burung menunjukan perilaku di bawah ini, pastikan bahwa ia sedang mencoba berkomunikasi dengan Anda atau merespon Anda selaku pemiliknya.

Mengedipkan atau melebarkan pupil mata

Burung yang terlihat mengedipkan matanya (pupil mata melebar) bisa menjadi tanda agresi, kegembiraan, atau sedang gelisah (stress). Coba perhatikan perilaku lain yang menyertai kedipan mata tersebut.
Dalam beberapa hal, burung menunjukan perilaku agresif tambahan seperti ekor yang berputar. Bisa jadi itu merupakan tingkah burung, yang kalau dalam bahasa manusia kira-kira “pergi kau!’ atau “mundur!”. Jika Anda tetap mendekatinya, mungkin yang terjadi adalah Anda akan digigit atau dipatuk olehnya. Sikap ini juga bisa ditunjukannya kepada sesama burung atau hewan lain yang ada di dekatnya.

Menyalak

Istilah menyalak di sini adalah kicauan yang sangat keras, melebihi kicauan sehari-hari. Burung biasanya akan menyalak untuk menunjukan kegembiraannya. Kalau burung menyalak di dekat teman-teman sesama burung, misalnya di kandang penangkaran, itu menunjukkan keceriannya mampu mendominasi penghuni lainnya di dalam kandang tersebut.
Cobalah Anda sering mengajak burung bermain-main. Biasanya ia akan mengeluarkan suara dengan intonasi lebih keras daripada biasanya. Itu pertanda burung senang, tetapi kalau tidak ada perubahan, berarti burung belum terlalu familiar dengan kita.

Menggeram

Tengara ini mirip dengan kedipan mata dan/atau melebarkan pupil matanya, yaitu menunjukkan sikap agresi. Jika Anda melihat burung bersuara seperti menggeram, terkadang disertai dengan melebarkan pupil mata dan menegakkan bulu di leher bagian atas (tengkuk), atau menegakkan jambulnya (ngejambul), biasanya burung sedang tidak ingin didekati. Dalam kasus ini, sebaiknya Anda segera mundur. Tunggu dulu sampai burung tenang, jangan melakukan kontak apapun.

Mendengkur

Suara burung mendengkur mirip dengan suara menggeram, tapi biasanya tidak disertai dengan melebarkan pupil mata. Burung biasanya dalam kondisi santai, pertanda ia sedang menunjukjan kepuasannya.

Suara “klik” pada lidahnya

Suara “klik” yang cepat dari lidah burung diyakini sebagai tengara bahwa burung ingin berkata: “aku aku tidak akan menyakiti Anda” atau “aku burung baik-baik”.  Intinya, ia ingin menegaskan dirinya dalam kondisi ramah. Perilaku ini sering terlihat pada kakatua dan cockatiel.

Suara “klik” dari paruhnya

Suara “klik” dari dalam paruhnya yang terdengar tajam merupakan pertanda burung merasa terancam, atau ingin melindungi benda tertentu, atau ingin menjaga wilayah tertentu. Sering juga disertai dengan gerakan meregangkan lehernya, atau terkadang mengencangkan kakinya. Di alam bebas, semua perilaku seperti itu merupakan sinyal burung sedang menjaga wilayah atau miliknya, atau sedang berusaha mengusir penyusup. Jika didekati, kemungkinan besar Anda akan diserang dengan gigitan yang sangat kencang.

Paruh yang beradu

Suara paruh yang beradu mirip dengan suara anak yang tidur dan giginya beradu. Hal ini terjadi karena burung menggesekan-gesekkan rahang bawah (mandibula) yang fleksibel ke rahang atas (maksila). Biasanya hal ini menandakan bahwa burung tersebut merasa aman dan sangat nyaman. Suara seperti ini kerap terdengar saat burung sedang terdiam di malam hari, atau mau bobo.

Menyeka paruh

Pernah melihat burung Anda menyeka paruhnya dengan cara menggesek-gesekkan paruh ke benda di sekitarnya, misalnya pada tenggeran, jeruji sangkar, dan cepuk pakan? Ada beberapa alasan mengapa burung melakukan hal itu, Jika aktivitas ini dilakukan di hadapan burung lain, biasanya itu untuk menunjukan bahwa burung lain tersebut mengganggu wilayah pribadinya.
Kalau dilakukan saat sendirian, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, burung sedang mencoba mengusir sesuatu yang menempel di paruhnya. Misalnya, ada sisa daging jangkrik yang menempel di atas paruhnya.
Kedua, agresi yang ditahan sehingga dilampiaskan dengan menyeka paruh pada benda atau objek lain. Hal ini didasari pada pengamatan burung amazon yang sudah mempunai hubungan batin dengan pemiliknya. Burung tersebut cemburu kepada istri pemiliknya, sehingga selalu menyerang / menggigit perempuan itu. Namun begitu dikurung dalam kandang, kemudian sang amazon melihat bosnya bermesraan dengan istrinya, maka kecemburuan itu dilampiaskannya dengan sering menyeka paruhnya untuk menunjukan perilaku agresif yang tertahan.

Menggigit

Tidak jauh berbeda dari manusia yang semasa bayi / balita sering diberi mainan yang bisa dikunyah-kunyah (misalnya kempong). Burung muda pun demikian, ia menyukai benda-benda yang kenyal seperti halnya mainan yang banyak dijual di toko satwa untuk digigitinya.
Hal ini karena paruh burung muda masih dipenuhi dengan saraf. Jika menggigit benda lunak / kenyal, mereka akan merasakan sensai dari tekstur, rasa, ketahanan benda, dan sebagainya. Dalam hal ini, burung muda melakukan hal tersebut sekadar untuk main-main, eksperimen, juga untuk melatih kekuatan paruhnya.
Sedangkan untuk burung dewasa /  tua, menggigit adalah salah satu upaya untuk menunjukan ketidaksenangannya. Ia menggigit karena beberapa alasan, misalnya merasa terancam, kaget, atau ketakutan. Bahkan burung juga bisa menggigit pasangannya jika merasa terancam atau diintimidasi.
Tetapi dalam kasus burung paruh bengkok, sebelum berpindah tangkringan ia sering menggigit tangkringannya untuk menguji seberapa tahan benda tersebut dinaiki. Hal itu juga berlaku pada jari-jari manusia yang akan meletakkan burung di atas tangannya. Sebelum mau bertengger di atas jari-jari atau punggung telapak tangan kita, terkadang burung senang menggigit jari tangan kita. Jadi, kita mesti bisa membedakan mana gigitan galak dan mana gigitan untuk bertengger.

Bersiul, menyanyi, atau berbicara

Kegiatan ini dilakukan ketika burung merasa aman dan nyaman dalam lingkungannya. Bahkan siulan dan nyanyian (burung kicauan dan parrot), atau ucapan (khusus parrot) bisa berkali-kali dimulai dari pagi hari hingga sore hari.

Bersin

Burung bersin untuk alasan yang sama dengan manusia saat bersin, yaitu terkena debu, iritasi
hidung, kemasukan serangga kecil, dan sebagainya. Tetapi jika bersin disertai keluarnya cairan dari lubang hidung (nostril), berarti sudah waktunya Anda membawa burung tersebut ke dokter hewan atau memberinya obat khusus.

Muntah

Jika dilakukan di hadapan atau di dekat manusia, biasanya burung telah memilih Anda sebagai pasangannya, atau setidaknya sahabat. Ia ingin memberi makan Anda. Tindakan ini juga kerap dilakukannya terhadapmainan favoritnya atau benda lain.
Burung yang sudah sejodoh pun akan menunjukan kasih sayang dengan cara memuntahkan makanannya (meloloh). Untuk burung kicauan, muntahan burung juga mengindikasikan bahwa burung dalam kondisi top form (siap dibawa lomba), tentu jika muntahanya kering dan berbentuk bulatan.

Menjulurkan leher

Burung yang terlihat menjulurkan lehernya menandakan ia sedang penasaran atau mencoba mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya. Biasanya disertai dengan pelebaran dari mata dan tubuh yang terdiam kaku.

Kepala meliuk-liuk

Kepala yang meliuk-liuk dari sisi kanan ke sisi kiri, atau sebaliknya, merupakan gerakan fluida. Gerakan ini muncul untuk menunjukkan kegembiraan, atau caper (cari perhatian). Mungkin anis merah yang teler juga dalam kondisi seperti ini.

Beradu paruh dengan burung lain

Beradu paruh dengan burung lain sering dikaitkan dengan seksualitas, terutama pada kakatua dan amazon. Pengertian beradu paruh ini tidak sama dengan cumbuan sepasang indukan pada burung berkicau, atau menjelang berjodoh, karena dilakukan dengan gerakan yang cenderung lambat.
Sebagian ahli perburungan menganggap beradu paruh yang dilakukan dua ekor burung tidak selalu berhubungan dengan seksualitas. Ada kalanya itu sekadar bermain-main, atau sendau-gurau saja. Jarang sekali adu paruh berakhir dengan cedera, karena setelahnya sering diikuti dengan saling bersolek.

Menurunkan kepala

Burung yang sedang bertengger sambil menarik sayapnya, lalu menurunkan kepala sambil mengangguk-angguk dengan sedikit membungkuk ke depan, menggetarkan sayapnya seperti siap terbang, adalah ciri umum dari burung yang sedang mencari perhatian. Seringkali pula dia langsung terbang ke arah pemiliknya, jika sang pemilik terlihat acuh beibeh tidak menanggapi.

Paruh terbuka dan terengah-engah

Burung akan terengah-engah dengan paruh terbuka apabila mengalami panas berlebihan
(over-heated) dan merasa merasa nyaman. Biasanya dialami oleh burung yang dijemur terlalu
lama atau terkena terik sinar matahari.

Bersolek

Bersolek adalah aktivitas burung untuk menjaga bulu-bulunya agar selalu dalam kondisi prima. Biasanya burung akan menarik bulu dari ujung ke ujung untuk meluruskannya. Beberapa burung memiliki kelenjar minyak pada pangkal ekornya. Minyak inilah yang digunakan untuk merapikan bulu-bulu, ya Anda menggunakan minyak rambut. Dengan demikian, bulu terlihat berkilau dan anti-air.

Sayap terkulai

Burung yang sehabis mandi akan menurunkan sayapnya untuk dikeringkan,. Tetapi jika sayap terkulai tanpa ada aktivitas apapun, berarti burung merasa kepanasan, sehinga dia mencoba mendinginkan suhu tubuhnya dengan cara menurunkan sayapnya. Tetapi apabila bulu-bulunya meregang, dengan sayap terkulai, awas… itu menandakan burung sedang sakit.

Memutar sayap

Ini adalah tanda burung mengalami gangguan dan tidak merasa senang. Penyebab lainnya, mungkin ada salah satu bulu yang terbalik, sehingga ia mencoba meluruskan kembali dengan memutar sayapnya.

Sayap dan tubuh bergetar

Sayap bergetar menunjukkan rasa takut, gelisah, stres, atau tidak percaya diri. Burung yang
menunjukan perilaku ini harus dirawat dengan lembut. Jika burung paruh bengkok, yang rata-rata memiliki intregitas tinggi, maka ajaklah bicara dengan lembut. Ini menjadi obat mujarab untuk menumbuhkan kepercayaan burung terhadap pemiliknya. Pada kasus lain, biasanya sayap dan tubuh bergetar merupakan upaya burung untuk beradaptasi dengan perubahan suhu.

Mengepakkan sayap

Burung yang mengepakkan sayap, terkadang disertai dengan mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi, merupakan salah satu exercise atau latihan olahraga untuk melatih otot sayapnya sebelum digunakan untuk terbang jauh.
Pada beberapa burung, ini bisa juga pertanda bahwa burung sedang memberi peringatan kepada warga burung lainnya, bahwa dialah penguasa yang sedang melindungi wilayahnya. Burung yang mengabaikan peringatan ini akan dikejar-kejar dengan paruh terbuka dan bakal digigit.

Tampilan perilaku

Beberapa burung sering terlihat mengacak-acak bulu di kepala, mengipasi ekor, merentangkan sayap, dan berjalan mondar-mandir. Hal ini sering dijumpai pada burung amazon, kakatua, serta burung paruh bengkok lainnya. Terkadang ada juga yang disertai dengan gerakan melebarkan pupil mata, anggukan kepala, dan teriakan keras sambil ngejambul (jika burung tersebut punya jambul).
Semua perilaku seperti di atas biasanya untuk menarik perhatian pasangannya, atau sebagai pertunjukan bahwa dialah penguasa wilayah teritorial. Kalau Anda melihat burung yang berlaku seperti ini, sebaiknya jangan mendekatinya dulu karena bisa menghasilkan gigitan yang sangat parah.

Cara berjalan

  • Jika burung berjalan menghampiri manusia atau burung lain sambil menundukkan kepala, ini menandakan perilaku agresif yang dirancang untuk menakuti burung lain untuk segera pergi.
  • Jika berjalan menghampiri manusia atau burung lain dengan kepala ke atas, ini menandakan ia senang dengan kehadiran mereka, dan bisa diartikan sebagai ajakan untuk bermain-main.

Ekor yang terombang-ambing

Ekor yang terlihat seperti terombang-ambing tidak selalu merupakan tanda terserang penyakit. Beberapa burung memiliki gerakan ekor seperti itu saat bicara atau bernyanyi. Tapi jika gerakan itu dilakukan saat bernafas, itu menjadi pertanda bahwa burung sedang sakit.

Mengibaskan ekor

Perilaku ini sering dimaknai sebagai indikator agresi, di mana burung sedang menunjukkan ketidaksenangannya. Seekor burung biasanya mengibaskan ekornya dengan cepat, karena sedang kesal dan marah.

Ekor bergoyang-goyang

Ini merupakan tanda kepuasan dan kebahagiaan seekor burung, terutama jika melihat pemilik yang disenanginya datang.

Meregangkan tubuhnya

Seperti manusia, burung pun butuh peregangan untuk meredakan ketegangan. Hal ini sangat penting, karena mereka menghabiskan begitu banyak waktu melalui kedua kakinya sebagai penyangga. Burung akan meregangkan satu kaki dan sayap yang berlawanan pada saat yang sama, untuk meningkatkan sirkulasi dan otot dan menyegarkan.
Begitulah ulasan yang panjang dan unik menganai bagaimana kita memahami bahasa tubuh burung. Siapa tahu ada di antara Anda yang ternyata burungnya menunjukkan perilaku demikian. Jadi, tinggal ambil kesimpulan saja apa yang terjadi atau diinginkan burung. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar